Kenapa Tutorial Ini Dibuat
Tutorial ini disusun berdasarkan verifikasi langsung terhadap dokumentasi resmi Claude, untuk memastikan setiap langkah yang disampaikan benar-benar berfungsi sebagaimana mestinya. Hasilnya adalah enam skill dan fitur bawaan yang telah diuji dan digunakan secara langsung, lengkap dengan contoh SKILL.md yang dapat langsung dipakai untuk membangun alur kerja yang menuliskan prompt secara otomatis.
Prasyarat
Sebelum memulai, pastikan dua hal berikut terpenuhi. Pertama, Custom Skills kini tersedia untuk seluruh paket, termasuk Free, Pro, Max, Team, dan Enterprise. Syaratnya, fitur Code execution and file creation harus dalam keadaan aktif. Pada paket Free, Pro, dan Max, aktifkan melalui Settings, lalu pilih Capabilities, dan nyalakan toggle Code execution and file creation. Pada Claude Mobile, ketuk inisial atau nama akun di sudut kiri layar untuk membuka Settings, lalu pilih Capabilities dan nyalakan toggle yang sama. Kedua, khusus untuk langkah keenam pada tutorial ini (Manfaatkan Memory), fitur Search and reference chats hanya tersedia bagi pengguna paket berbayar, yaitu Pro, Max, Team, dan Enterprise. Pengguna paket Free dapat melewati langkah tersebut, atau menggantinya dengan menyalin ringkasan sesi secara manual ke sesi berikutnya.
Dasar Mekanisme Skill
Skill pada Claude berbentuk satu folder yang di dalamnya wajib berisi satu file bernama SKILL.md. File ini terdiri dari dua bagian.
Bagian pertama adalah frontmatter, yaitu metadata yang ditandai dengan tiga tanda hubung (---) di awal dan akhir. Terdapat dua field wajib di dalamnya:
- name, nama skill tersebut, maksimal 64 karakter.
- description, penjelasan mengenai fungsi skill dan kapan skill tersebut digunakan, maksimal 200 karakter. Bagian ini bersifat menentukan, karena Claude menggunakan description untuk memutuskan kapan sebuah skill perlu dipanggil secara otomatis. Bagian kedua adalah body, yaitu isi instruksi yang ditulis dalam format markdown biasa di bawah frontmatter. Bagian ini berisi langkah kerja, aturan, dan contoh yang harus diikuti Claude ketika skill tersebut aktif. Ketika sebuah percakapan dimulai, Claude hanya membaca name dan description dari seluruh skill yang dimiliki pengguna, bukan seluruh isi body. Body baru dimuat penuh saat skill tersebut benar-benar dipanggil oleh permintaan pengguna. Mekanisme ini membuat penggunaan skill tetap hemat, meskipun jumlah skill yang dimiliki cukup banyak.
Enam Langkah yang Benar-Benar Berfungsi
Langkah 1: Prompt Master
Skill ini mengubah gagasan awal yang belum terstruktur menjadi spesifikasi tugas yang jelas.
---
name: Prompt Master
description: Mengubah gagasan awal yang belum terstruktur menjadi spesifikasi tugas yang jelas, lengkap dengan tujuan, konteks, dan batasan. Gunakan skill ini saat pengguna menempelkan gagasan mentah atau brain dump dan meminta prompt yang siap dipakai.
---
## Tujuan
Skill ini mengubah gagasan awal menjadi spesifikasi tugas yang terstruktur, sehingga dapat langsung digunakan sebagai prompt untuk permintaan apa pun.
## Langkah Kerja
1. Baca gagasan awal yang diberikan pengguna secara utuh.
2. Identifikasi tiga elemen inti: Tujuan (apa yang ingin dicapai), Konteks (informasi latar belakang yang relevan), dan Batasan (format, panjang, atau aturan yang harus dipatuhi).
3. Apabila salah satu elemen tidak disebutkan secara eksplisit, simpulkan dari konteks yang tersedia, dan tandai sebagai asumsi.
4. Susun ulang menjadi spesifikasi tugas dengan format berikut: Tujuan, Konteks, Batasan.
5. Jangan menambahkan opini atau saran di luar apa yang diminta pengguna.
## Contoh
Input pengguna: "Saya mau membuat konten tentang manfaat servis motor rutin, untuk orang awam, singkat saja."
Output:
- Tujuan: Menjelaskan manfaat servis motor rutin kepada audiens awam.
- Konteks: Audiens belum familier dengan istilah teknis otomotif.
- Batasan: Singkat, bahasa sederhana, tanpa jargon.
Langkah 2: Grill Me
Skill ini memastikan tidak ada bagian penting yang masih ambigu sebelum sebuah tugas dikerjakan, dengan mengajukan pertanyaan yang relevan.
---
name: Grill Me
description: Mengajukan pertanyaan terstruktur untuk melengkapi bagian yang masih ambigu sebelum sebuah tugas dikerjakan. Gunakan skill ini saat instruksi pengguna belum lengkap dan detail tambahan akan mengubah hasil akhir secara berarti.
---
## Tujuan
Skill ini memastikan tidak ada bagian penting yang masih ambigu sebelum sebuah tugas dikerjakan.
## Langkah Kerja
1. Identifikasi bagian dari permintaan pengguna yang masih dapat ditafsirkan lebih dari satu cara.
2. Susun maksimal lima pertanyaan yang, apabila dijawab, akan mengubah hasil akhir secara berarti.
3. Prioritaskan pertanyaan mengenai audiens, tujuan akhir, batasan format, dan referensi yang harus diikuti.
4. Jangan menanyakan hal yang jawabannya sudah tersirat dari permintaan pengguna.
5. Setelah pengguna menjawab, lanjutkan mengerjakan tugas tanpa mengulang pertanyaan yang sama.
## Contoh
Input pengguna: "Buatkan saya caption untuk promosi produk baru."
Output:
- Produk apa yang dipromosikan, dan siapa target pembelinya?
- Apakah terdapat penawaran khusus, seperti diskon atau bundling, yang perlu disebutkan?
- Caption ini untuk platform apa, misalnya Instagram atau WhatsApp?
Langkah 3: Personal Style (Bukan Skill, Fitur Bawaan)
Berdasarkan verifikasi terhadap dokumentasi resmi Claude, kebutuhan ini sudah terpenuhi oleh fitur bawaan bernama Styles, sehingga tidak perlu disusun sebagai skill tersendiri. Cara menggunakannya:
- Buka menu Search and tools pada pojok kiri bawah kolom chat.
- Pilih Use style.
- Pilih salah satu preset yang tersedia (Normal, Concise, Formal, Explanatory), atau klik Create & edit styles untuk menyusun gaya bahasa sendiri.
- Pada opsi penyusunan gaya sendiri, unggah beberapa contoh tulisan yang mewakili gaya bahasa yang diinginkan, atau tuliskan instruksi gaya secara langsung dalam bentuk kalimat, misalnya: "Gunakan register aku dan kamu, kalimat pendek, tanpa basa-basi pembuka."
- Gaya yang telah disusun dapat dipilih kembali pada percakapan berikutnya melalui menu yang sama.
Langkah 4: Humanizer
Skill ini menghaluskan draf tulisan agar terbaca alami, dengan menghapus pola yang menjadi ciri khas tulisan AI.
---
name: Humanizer
description: Menghilangkan ciri khas tulisan AI dari sebuah draf, termasuk tanda em dash, transisi klise, dan kosakata yang terdengar generik. Gunakan skill ini pada setiap tulisan yang akan dipublikasikan kepada publik.
---
## Tujuan
Skill ini menghaluskan draf tulisan agar terbaca alami, dengan menghapus pola yang menjadi ciri khas tulisan AI.
## Aturan
1. Hapus seluruh tanda em dash, ganti dengan tanda baca lain atau susun ulang kalimat.
2. Hindari transisi klise seperti "selain itu", "di sisi lain", dan "pada akhirnya", kecuali benar-benar diperlukan.
3. Ganti kosakata generik dan hiperbolik, seperti "luar biasa" dan "sangat", dengan kata yang lebih spesifik dan konkret.
4. Variasikan panjang kalimat, campurkan kalimat pendek dan panjang.
5. Hindari pasangan kalimat yang simetris atau terlalu seimbang secara struktur.
6. Jangan menambahkan basa-basi pembuka atau penutup yang tidak terdapat pada draf asli.
## Contoh
Sebelum: "Tentunya, langkah ini akan sangat membantu meningkatkan produktivitas Anda secara signifikan."
Sesudah: "Langkah ini membuat pekerjaan Anda lebih cepat selesai."
Langkah 5: Skill Creator (Bukan Skill Terpisah, Memakai Alur Bawaan)
Infografis viral menyebut langkah ini sebagai skill tersendiri bernama write-a-skill. Berdasarkan verifikasi, Claude.ai sudah menyediakan alur pembuatan skill secara native, sehingga tidak diperlukan skill tambahan untuk membuat skill lain. Cara menggunakannya:
- Buka Customize, lalu pilih Skills.
- Klik tombol "+", lalu pilih "+ Create skill".
- Pilih opsi Create with Claude.
- Jelaskan tugas yang ingin dijadikan skill menggunakan bahasa biasa, misalnya: "Saya ingin skill yang mengubah notes meeting menjadi daftar action item."
- Claude akan menyusun
SKILL.mdsecara otomatis berdasarkan penjelasan tersebut. - Tinjau hasilnya, dan minta revisi apabila diperlukan sebelum diaktifkan. Sebagai alternatif, skill Prompt Master pada Langkah 1 juga dapat digunakan untuk membantu merumuskan permintaan pembuatan skill baru sebelum diserahkan ke alur Create with Claude.
Langkah 6: Manfaatkan Memory (Bukan Skill Terpisah)
Berdasarkan verifikasi terhadap dokumentasi resmi Claude, kebutuhan untuk memulai sesi baru tanpa kehilangan konteks sudah dapat dipenuhi oleh fitur bawaan Claude, yaitu Search and reference chats dan Generate memory from chat history. Cara mengaktifkannya:
- Buka Settings, lalu pilih Memory (atau Capabilities pada pengalaman versi sebelumnya).
- Nyalakan toggle Search and reference chats agar Claude dapat mencari dan merujuk percakapan sebelumnya ketika diminta.
- Nyalakan toggle Generate memory from chat history agar Claude membangun ringkasan konteks secara berkelanjutan dari percakapan yang telah berlangsung.
- Pada sesi baru, sampaikan permintaan secara langsung, misalnya: "Lanjutkan pembahasan tentang [topik] dari sesi sebelumnya," tanpa perlu menyusun dokumen ringkasan secara manual. Perlu diingat bahwa fitur Search and reference chats hanya tersedia bagi pengguna paket berbayar.
Cara Mengunggah dan Mengaktifkan Skill
Langkah berikut berlaku untuk ketiga skill berbasis SKILL.md pada tutorial ini, yaitu Prompt Master, Grill Me, dan Humanizer.
- Buat sebuah folder, beri nama sesuai nama skill, misalnya prompt-master.
- Simpan isi
SKILL.mdpada langkah terkait ke dalam folder tersebut, dengan nama fileSKILL.md. - Kompres folder tersebut menjadi satu file ZIP. Pastikan folder tersimpan utuh di dalam ZIP, bukan hanya file
SKILL.md-nya saja. - Buka Claude.ai, masuk ke Customize, lalu pilih Skills.
- Klik tombol "+", lalu pilih "+ Create skill".
- Unggah file ZIP yang telah dibuat.
- Skill akan muncul pada daftar skill, dan dapat diaktifkan atau dinonaktifkan kapan pun melalui toggle yang tersedia.
Cara Menguji Skill
Buka percakapan baru, lalu ajukan permintaan yang sesuai dengan description skill tersebut. Sebagai contoh, untuk menguji Grill Me, coba ajukan permintaan yang sengaja dibuat tidak lengkap, seperti "Buatkan saya rencana konten untuk bulan depan." Apabila description sudah presisi, Claude akan memanggil skill tersebut secara otomatis tanpa perlu disebutkan secara eksplisit. Apabila skill tidak terpanggil sebagaimana mestinya, perbaiki bagian description dengan menyebutkan kata kunci yang lebih spesifik dan mendekati kalimat yang biasa digunakan untuk meminta tugas tersebut.
Contoh Pemakaian dari Awal sampai Akhir
Bagian sebelumnya menjelaskan tiap skill secara terpisah. Berikut adalah contoh bagaimana keenam skill dan fitur tersebut bekerja bersama dalam satu percakapan nyata, tanpa perlu menyebut nama skill apa pun secara eksplisit. Skenario: pengguna ingin membuat draf konten Instagram tentang manfaat servis motor rutin.
Langkah 1. Kirim gagasan awal seperti biasa
Pengguna menulis: "aku mau bikin konten instagram tentang manfaat servis motor rutin"
Langkah 2. Prompt Master otomatis aktif
Karena permintaan ini berupa gagasan awal yang belum terstruktur, description Prompt Master cocok dengan situasi tersebut, dan skill ini otomatis dipanggil tanpa perlu diminta. Claude membalas dengan spesifikasi tugas:
- Tujuan: Menjelaskan manfaat servis motor rutin kepada audiens umum melalui konten Instagram.
- Konteks: Belum disebutkan format konten atau gaya bahasa yang diinginkan.
- Batasan: Belum ditentukan. Spesifikasi di atas sudah merupakan prompt yang siap dipakai. Pengguna dapat berhenti pada tahap ini, menyalin spesifikasi tersebut, dan menggunakannya di percakapan Claude lain, di aplikasi AI lain, atau sebagai brief tertulis untuk orang lain. Langkah berikut menunjukkan opsi lanjutan, yaitu menyelesaikan tugas tersebut secara langsung dalam percakapan yang sama, tanpa perlu menyalin apa pun secara manual.
Langkah 3. Grill Me otomatis aktif karena masih ada bagian yang belum jelas
Karena bagian Konteks dan Batasan pada spesifikasi di atas masih kosong, description Grill Me juga cocok dengan situasi ini, sehingga Claude sekaligus mengajukan pertanyaan lanjutan dalam balasan yang sama: "Konten ini untuk format apa, misalnya caption, carousel, atau Reels? Ada gaya bahasa tertentu yang ingin diikuti?"
Langkah 4. Pengguna menjawab dengan bahasa biasa
Pengguna menulis: "caption aja, gaya santai seperti sedang berbicara dengan teman"
Langkah 5. Claude menyusun draf akhir
Berdasarkan jawaban tersebut, Claude menyusun draf caption sesuai spesifikasi yang telah dilengkapi. Apabila gaya bahasa personal sudah disusun melalui Langkah 3 pada bagian Personal Style, draf ini otomatis mengikuti gaya tersebut tanpa perlu diminta ulang setiap kali.
Langkah 6. Humanizer aktif saat draf akan dipublikasikan
Sebelum draf digunakan, pengguna menulis: "tolong hilangkan ciri tulisan AI dari draf ini sebelum dipakai" Description Humanizer cocok dengan permintaan tersebut, sehingga skill ini otomatis aktif dan menghaluskan draf sesuai aturan yang telah disusun pada Langkah 4.
Poin Penting
Sepanjang percakapan ini, pengguna tidak pernah menyebut nama skill apa pun secara eksplisit. Setiap skill terpanggil secara otomatis berdasarkan kecocokan antara permintaan pengguna dan description masing-masing skill, bahkan ketika lebih dari satu skill relevan dalam satu balasan yang sama. Peran pengguna hanya menulis permintaan dan menjawab pertanyaan secara wajar, seperti sedang berlangsung sebuah percakapan biasa dengan Claude.
Batasan yang Perlu Dipahami
Berdasarkan verifikasi terhadap mekanisme skill, penting untuk dipahami bahwa sebuah skill tidak memiliki kemampuan untuk mendeteksi model yang sedang aktif dalam sebuah percakapan. Skill yang mengklaim dapat menyesuaikan prompt secara otomatis untuk model tertentu, pada praktiknya hanya berupa kumpulan instruksi prompt-engineering yang bersifat statis, tanpa penyesuaian otomatis yang sesungguhnya terjadi. Skill Prompt Master pada Langkah 1 sudah mencakup praktek penulisan spesifikasi tugas yang baik, yang berlaku secara umum untuk model apa pun, sehingga tidak diperlukan skill tambahan yang mengklaim khusus untuk satu model tertentu.
Tips Menulis Description yang Presisi
Description yang baik menjawab dua hal sekaligus, yaitu apa yang dilakukan skill tersebut, dan kapan skill tersebut digunakan. Contoh description yang kurang presisi: "Membantu menulis prompt." Contoh description yang lebih presisi: "Mengubah gagasan awal yang belum terstruktur menjadi spesifikasi tugas yang jelas. Gunakan skill ini saat pengguna menempelkan gagasan mentah dan meminta prompt yang siap dipakai." Semakin spesifik kata kunci pada description, semakin akurat Claude memilih skill yang tepat, terutama apabila pengguna memiliki banyak skill sekaligus.
Ringkasan
Enam skill dan fitur yang telah diverifikasi pada tutorial ini dapat langsung disusun dan digunakan untuk membangun alur kerja yang menuliskan prompt secara konsisten, sesuai gaya masing-masing pengguna. Follow @kayadigital.ai di Instagram untuk tutorial AI berbahasa Indonesia paling lengkap.